Home / Training / Pelatihan Learning and Development Strategy
Pelatihan Learning and Development Strategy & Corporate Training ROI
Susun rencana pembelajaran tahunan, buktikan dampaknya dengan model Kirkpatrick dan ROI Phillips, lalu ajukan anggaran dengan business case yang kuat. Program 2 hari untuk tim HR dan L&D perusahaan Indonesia.
Setiap tahun tim L&D mengajukan anggaran pelatihan dan direksi menyetujuinya, lalu muncul pertanyaan sulit: apa dampaknya bagi bisnis? Laporan LinkedIn Workplace Learning 2025 mencatat 49% profesional L&D menyebut eksekutif mereka khawatir karyawan belum punya keterampilan untuk menjalankan strategi bisnis. Saat perusahaan berhemat, program yang tidak bisa menunjukkan hasil biasanya menjadi yang pertama dipotong. Pelatihan learning and development strategy membantu Anda menjawabnya dengan data kinerja.
Fakta Program
2 Hari / 16 JP
Delapan sesi, total 720 menit di luar istirahat dan evaluasi — dari penyelarasan L&D dengan strategi hingga presentasi rencana
60% Workshop
Satu studi kasus organisasi: rencana, anggaran, dan kerangka evaluasi yang Anda susun saling terhubung
Output Nyata
Rencana pembelajaran tahunan, kerangka evaluasi Kirkpatrick & ROI Phillips, dan business case L&D siap diajukan
Online & Offline
Kelas Interactive Live Distance Learning Rp4.500.000 dan tatap muka Rp5.500.000 — peserta dari seluruh Indonesia
Latar Belakang
Apa Itu Pelatihan Learning and Development Strategy dan Mengapa Perusahaan Indonesia Membutuhkannya?
Pelatihan learning and development strategy adalah program yang melatih tim HR dan L&D menyusun strategi pembelajaran berdasarkan prioritas bisnis dan masalah kinerja. Peserta belajar memilih program yang tepat, mengalokasikan anggaran, memastikan hasil belajar dipakai di pekerjaan, dan mengukur dampaknya hingga level hasil bisnis serta ROI. Di banyak organisasi, tim L&D masih bekerja dari permintaan unit kerja atau katalog tahunan; keberhasilan diukur dari jam pelatihan dan jumlah peserta, evaluasinya berhenti di formulir kepuasan.
Ulasan getAbstract atas laporan LinkedIn 2025 menyoroti dashboard L&D yang masih didominasi skor keterlibatan dan kepuasan, padahal pimpinan menginginkan fokus pada hasil. The Learning and Performance Institute bahkan menyebut pembuktian dampak sebagai salah satu tantangan terbesar L&D hari ini. Kebutuhannya makin mendesak: World Economic Forum memperkirakan 39% keterampilan inti pekerja akan berubah hingga 2030 dan dalam Future of Jobs Report 2025, 63% pemberi kerja menyebut kesenjangan keterampilan sebagai penghambat utama transformasi bisnis.
Strategi L&D yang berdampak dimulai dari satu pertanyaan: masalah kinerja apa yang ingin Anda selesaikan? Hasil pemetaan gap kompetensi sering menjadi titik awal terbaik — kami bahas lengkap soal kompetensi jabatan di artikel cara membuat kamus kompetensi jabatan.
Program ini dirancang agar Anda pulang membawa tiga output: rencana pembelajaran tahunan beserta anggaran, kerangka evaluasi untuk satu program prioritas, dan business case L&D yang siap diajukan ke manajemen.
Tujuan Pembelajaran
Apa Saja Tujuan Pembelajaran Training L&D Strategy Ini?
Setelah mengikuti program ini, peserta mampu menyelaraskan L&D dengan strategi organisasi, menganalisis kebutuhan belajar berbasis kinerja, merancang jalur pembelajaran 70-20-10, menyusun rencana dan anggaran tahunan, mengelola transfer pembelajaran bersama atasan, serta mengevaluasi program dengan model Kirkpatrick dan ROI Phillips.
Menyelaraskan L&D dengan Strategi
Memahami peran L&D dalam strategi organisasi dan menilai tingkat kematangan fungsi L&D di perusahaannya.
Menganalisis Kebutuhan Berbasis Kinerja
Di tingkat organisasi, jabatan, dan individu — berbasis data kinerja dan gap kompetensi.
Memisahkan Masalah Kinerja
Membedakan masalah yang bisa diselesaikan lewat pembelajaran dari masalah proses, sistem, atau insentif.
Merancang Jalur Pembelajaran
Arsitektur dan jalur belajar dengan prinsip 70-20-10 serta metode blended learning.
Menyusun Rencana & Anggaran Tahunan
Lengkap dengan prioritas, kalender pembelajaran, dan indikator kinerja L&D.
Merancang Transfer Pembelajaran
Strategi yang melibatkan atasan sebelum, selama, dan setelah program.
Mengevaluasi dengan Kirkpatrick & Phillips
Empat level Kirkpatrick dan metodologi ROI Phillips untuk membuktikan dampak.
Tujuan ketiga sering menjadi titik balik: target penjualan yang meleset bisa bersumber dari skema insentif yang keliru. Pendekatan performance consulting membantu memisahkan kedua jenis masalah ini sebelum anggaran pelatihan keluar. Jika perusahaan ingin menghubungkan kompetensi dengan program belajar menyeluruh, mulailah dari sistem learning and competency yang terintegrasi.
Kurikulum
Kurikulum dan Silabus Lengkap
Program ini terdiri dari 8 sesi yang tersusun bertahap: mulai dari penyelarasan L&D dengan strategi organisasi, lalu bergerak ke praktik langsung menyusun rencana tahunan dan kerangka evaluasi dampak. Total durasi 720 menit atau 16 JP, di luar istirahat dan evaluasi.
| No | Sesi | Pokok Bahasan | Durasi |
|---|---|---|---|
| 1 | Peran L&D dalam Strategi Organisasi | Posisi L&D dalam rantai nilai SDM, pergeseran dari penyedia pelatihan menjadi mitra kinerja, tingkat kematangan L&D, indikator penilaian manajemen, asesmen kondisi L&D peserta | 60 menit |
| 2 | Analisis Kebutuhan Berbasis Kinerja | Analisis tingkat organisasi, jabatan, dan individu; data kinerja dan gap kompetensi; performance consulting; latihan menganalisis permintaan pelatihan | 105 menit |
| 3 | Arsitektur dan Desain Pembelajaran | Prinsip 70-20-10, jalur belajar per kelompok jabatan, kelas, blended learning, microlearning, coaching, peran LMS, ADDIE ringkas, workshop desain jalur belajar | 120 menit |
| 4 | Rencana Pembelajaran Tahunan dan Anggaran | Prioritas berdasarkan dampak dan urgensi, kalender pembelajaran, estimasi anggaran, keputusan internal atau vendor, KPI L&D, latihan di Excel | 105 menit |
| 5 | Transfer Pembelajaran ke Pekerjaan | Faktor penerapan hasil belajar, peran atasan, rencana aksi peserta, dukungan lingkungan kerja dan sistem penghargaan | 60 menit |
| 6 | Evaluasi dan Pengukuran Dampak | Kirkpatrick empat level, ROI Phillips, isolasi dampak, konversi ke nilai finansial, instrumen evaluasi, latihan menghitung ROI | 105 menit |
| 7 | Workshop Rencana Pembelajaran dan Kerangka Evaluasi | Studi kasus kelompok: prioritas kebutuhan, jalur belajar, rencana dan anggaran tahunan, kerangka evaluasi satu program prioritas | 90 menit |
| 8 | Business Case L&D & Presentasi | Penyusunan business case untuk pengajuan anggaran, presentasi kelompok, umpan balik instruktur | 75 menit |
| Total | 720 menit / 16 JP | ||
Untuk pendalaman teknis Sesi 2, tim Anda bisa melanjutkan ke pelatihan Training Need Analysis. Prinsip 70-20-10 di Sesi 3 lahir dari riset Center for Creative Leadership pada 1980-an — angkanya bukan rasio baku, melainkan pedoman desain; penjelasan lengkap ada di model 70-20-10 versi Training Industry dan panduan 70-20-10 dari iseazy.
Di Sesi 5 Anda merancang apa yang dilakukan atasan sebelum, selama, dan setelah program. Studi European Journal of Work and Organizational Psychology menemukan dukungan atasan dan rekan kerja mendorong peserta menerapkan hasil pelatihan, konsisten dengan riset 2024 tentang keterlibatan dan akuntabilitas atasan sebagai bentuk dukungan paling berpengaruh tiga bulan setelah pelatihan. Jika perusahaan butuh pendampingan, tersedia konsultasi learning journey kami.
Bagaimana cara mengukur ROI program pelatihan? Anda mengukur dalam dua tahap. Pertama, evaluasi dengan model Kirkpatrick: reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil — kerangka empat level versi Training Industry membantu organisasi beralih dari metrik aktivitas ke bukti hasil. Kedua, gunakan metodologi ROI Phillips untuk memisahkan dampak pelatihan dari faktor lain, mengubahnya ke nilai rupiah, lalu membandingkannya dengan total biaya: ROI (%) = (Manfaat Bersih / Biaya Program) × 100. Ilustrasinya: program coaching Rp200 juta menghasilkan manfaat terbukti Rp320 juta — manfaat bersih Rp120 juta, ROI 60%. Perbandingan Kirkpatrick vs Phillips dan pilihan program mana yang layak dievaluasi sampai level 5 Anda latih di Sesi 6; data kinerja dari HR analytics akan mempermudah pengukurannya.
Metodologi
Bagaimana Metodologi Pembelajaran: 60% Workshop dengan Satu Studi Kasus?
Program ini memakai pendekatan experiential learning dengan komposisi sekitar 40% konsep dan 60% workshop. Instruktur praktisi learning & development dan corporate university memandu seluruh sesi. Semua workshop memakai satu studi kasus organisasi — rencana, anggaran, dan kerangka evaluasi yang Anda susun saling terhubung, seperti di perusahaan sungguhan.
Hands-on Workshop — 50%
Analisis permintaan pelatihan, desain jalur belajar, rencana dan anggaran di Excel, hitung ROI, business case.
Pemaparan Konsep & Kerangka Kerja — 25%
Kerangka strategi L&D, analisis kebutuhan, arsitektur pembelajaran, dan model evaluasi dengan contoh lintas industri.
Studi Kasus & Diskusi — 15%
Pembahasan program yang berdampak dan yang gagal, diskusi kelompok, tukar pengalaman.
Evaluasi & Refleksi — 10%
Pre-test, post-test, dan refleksi harian untuk mengikat pembelajaran.
Untuk kelas online, kami memakai metode Interactive Live Distance Learning: peserta dari seluruh Indonesia belajar dalam satu kelas secara langsung, mengerjakan workshop, dan berdiskusi dengan instruktur tanpa harus datang ke Jakarta.
Target Peserta
Siapa yang Wajib Mengikuti Training L&D Strategy Ini?
Program ini wajib bagi praktisi Learning & Development, Training, Corporate University, Talent Development, dan HR Generalist yang mengelola program pelatihan. Manajer lini yang ikut merencanakan pengembangan tim juga perlu hadir, karena atasan menentukan apakah hasil pelatihan benar-benar dipakai di pekerjaan.
L&D Manager & Training Officer
Menyusun rencana dan anggaran pelatihan tahunan yang terukur.
Pengelola Corporate University
Membuktikan nilai akademinya kepada direksi.
Talent Development Specialist
Merancang jalur pengembangan per kelompok jabatan.
HR Generalist & HR Business Partner
Menerima permintaan pelatihan dari unit kerja dengan kriteria yang jelas.
Manajer lini
Bertanggung jawab atas pengembangan timnya sendiri.
Program terbuka untuk karyawan berbagai level dari lintas industri. Setiap batch dibatasi 20 sampai 30 peserta dengan bahasa pengantar Bahasa Indonesia. Bawalah laptop dengan aplikasi Excel, dan sarankan membawa rencana pelatihan tahunan perusahaan sebagai bahan diskusi. Untuk Anda yang juga mengajar di kelas internal, program Transforming the Trainer melengkapi kemampuan menyampaikan materi.
Format & Biaya
Format, Biaya, dan Cara Mendaftar Training L&D Strategy
Pelatihan berlangsung dua hari dalam tiga format: public training tatap muka Rp5.500.000 per peserta, online/Virtual Training Rp4.500.000 per peserta, dan In-House Training dengan biaya menyesuaikan jumlah peserta dan kebutuhan perusahaan.
Fasilitas peserta: modul pelatihan (hard copy & soft copy), template analisis kebutuhan berbasis kinerja, template Excel rencana pembelajaran tahunan dan anggaran, template kerangka evaluasi Kirkpatrick dan kalkulator ROI program, template business case L&D, Sertifikat Kehadiran & Kompetensi, makan siang dan dua sesi coffee break per hari untuk kelas offline. Kuota terbatas, maksimal 30 peserta per batch.
Untuk mendaftar atau meminta penawaran in-house, hubungi tim Proxsis Academy lewat WhatsApp. Lihat juga Katalog Kursus Proxsis Academy dan program corporate training kami.
Jadwal
Jadwal Pelatihan 2026/2027
Batch reguler dua hari tiap bulan. Cek jadwal dan batch pelatihan terbaru untuk konfirmasi ketersediaan kursi dan perubahan jadwal.
Januari
5–6
Februari
2–3
Maret
2–3
April
1–2
Mei
4–5
Juni
2–3
Juli
1–2
Agustus
3–4
September
1–2
Oktober
1–2
November
2–3
Desember
1–2
Lokasi
Lokasi Pelatihan
Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda (*untuk kelas tatap muka):
Jakarta
Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan
Bandung
Hotel Aston Tropicana, Cihampelas*
Yogyakarta
Hotel Khas Tugu
Surabaya
AMG Tower Lantai 17, Gayungan
Investasi
Investasi Program dan Fasilitas Peserta
Investasi program dirancang kompetitif untuk dampak peningkatan kinerja L&D yang nyata. Tersedia tiga skema kepesertaan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan perusahaan. Konfirmasi harga terbaru dan informasi pajak melalui tim kami.
Public Training (Offline)
Rp 5.500.000,-
per peserta — modul, sertifikat, ATK, makan siang, 2x coffee break per hari, semua template, dokumentasi
In-House Training (Khusus Perusahaan)
Hubungi Tim Kami
semua fasilitas public training ditambah koordinasi logistik — biaya menyesuaikan jumlah peserta dan kebutuhan perusahaan
Online / Virtual Training
Rp 4.500.000,-
per peserta — modul digital, e-sertifikat, akses rekaman sesi, semua template (soft copy)
Untuk kebutuhan in-house, hubungi admin kami di +62 858-9002-6598 atau tim akademi di +62 858-9002-6598. Katalog kursus lengkap ada di academy.proxsisgroup.com.
Amankan Kursi Pelatihan L&D Strategy Tim Anda
Jangan biarkan anggaran pelatihan terus dipotong tanpa bukti dampak. Amankan kursi tim Anda lewat jadwal pelatihan terbaru atau konsultasikan kebutuhan in-house training perusahaan Anda.
Hubungi tim kami sekarang
untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik
Bagikan Pelatihan
Latest Event
Latest Event
Jadwal pelatihan terdekat Proxsis Academy — klik judul untuk melihat seluruh jadwal.
FAQ
Pertanyaan yang Sering Diajukan
01 Berapa biaya pelatihan Impactful Learning and Development Strategy?
Investasi Public Training offline sebesar Rp5.500.000 per peserta, sedangkan kelas Online/Virtual sebesar Rp4.500.000 per peserta. Biaya In-House Training menyesuaikan jumlah peserta dan kebutuhan perusahaan. Hubungi tim Proxsis melalui WhatsApp untuk harga terbaru dan informasi pajak.
02 Apakah program ini bisa diikuti secara online dari luar Jakarta?
Bisa. Kelas online memakai metode Interactive Live Distance Learning, sehingga peserta dari seluruh Indonesia belajar dalam satu kelas secara langsung. Peserta online menerima modul digital, sertifikat elektronik, akses rekaman sesi, dan semua template dalam bentuk soft copy.
03 Apa perbedaan model Kirkpatrick dan metodologi ROI Phillips?
Model Kirkpatrick mengevaluasi pelatihan dalam empat level: reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Metodologi Phillips menambahkan level kelima, yaitu ROI, dengan memisahkan dampak pelatihan dari faktor lain dan mengubah hasilnya ke nilai uang. Kirkpatrick menunjukkan apakah program berhasil, sementara Phillips menunjukkan apakah hasilnya sepadan dengan biaya.
04 Output apa saja yang dibawa pulang peserta?
Peserta membawa pulang tiga output utama: rencana pembelajaran tahunan beserta anggaran, kerangka evaluasi untuk satu program prioritas, dan business case L&D untuk pengajuan anggaran. Peserta juga menerima template analisis kebutuhan, template Excel rencana dan anggaran, kalkulator ROI, serta Sertifikat Kehadiran & Kompetensi.
05 Apakah program ini bisa diselenggarakan secara in-house?
Bisa. Program ini tersedia sebagai In-House Training dengan rundown yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Peserta disarankan membawa rencana pelatihan tahunan perusahaan sebagai bahan diskusi selama workshop.
Pelatihan Terkait
Pelatihan Terkait yang Menunjang Program Ini
Temukan pelatihan terkini lainnya di sini:
Training Need Analysis
Analisis kebutuhan pelatihan berbasis kinerja. Lihat detail →
Transforming the Trainer
Kemampuan menyampaikan materi untuk trainer internal. Lihat detail →
Konsultasi Learning Journey
Perancangan jalur pembelajaran bersama konsultan. Lihat detail →
Learning & Competency
Sistem kompetensi dan program belajar terintegrasi. Lihat detail →
Panduan HR Analytics Indonesia
Dasar data untuk mengukur dampak program. Lihat detail →
Corporate Training Academy
Program in-house untuk kebutuhan kompetensi tim perusahaan. Lihat detail →





